Suikoden bukan punya sayaaaa! *tereak di tebing*tebing*
BTW, ini genderbend ya. Jowy x fem!Hero. Kan siapa tau aja ada reader yang gak suka Yaoi. XD
Disini Heronya bernama Riou ya.
~The Promise We Make~
Hei, apakah kau masih ingat Jowy, janji yang kita buat di tebing, saat dikejar kapten Rowd? Janji dengan tanda silang sebagai tandanya. Kita berjanji. Apabila kita terpisah, kita akan bertemu disana lagi?
Atau, Janji kita pada Nanami saat kita bergabung di militer? Saat Nanami mengancammu apabila aku terluka sedikit pun, ia akan menyiksamu sampai kau menyesal telah hidup? Dan kau hanya tertawa canggung?
Atau, saat kita mulai bergabung dengan City-State, saat aku takut kau, dan Nanami akan pergi meninggalkanku sendiri? Dan, kau meresponnya dengan memelukku, dan menenangkanku?
Atau saat aku menyatakan perasaanku padamu saat kita tengah kabur dari City-state ke Kyaro?
Apakah kau ingat itu Jowy? "RIOU!!" Seru Nanami menyentak Riou dari lamunannya. Ia segera menghindari anak-anak panah yang menuju kearahnya dengan lihai. "Kita harus berpencar!" Seru Flik. Setelah menumbangkan beberapa pasukan Highland, Riou segera berlari ke hutan. Setelah beberapa saat berlari, Gadis bersenjatakan Tonfa itu tak sengaja sampai di sebuah tenda Highlander. 'apa sebaiknya aku masuk saja ya?' Pikir Riou. Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya ia pun memasuki tenda paling mewah. Setelah mengendap-endap, gadis berambut coklat panjang ituitu akhirnya berhasil masuk, dan ternyata, tendanya kosong.
'Ya ampun, ku kira akan ada orang di sini.' Pikir Riou sambil tepok jidat. Tenda itu sepertinya tenda orang penting. Ada sebuah jas putih terbengkalai di dekat meja yang penuh dengan tumpukan kertas. "Hei!" Riou terlonjak, sebelum menyadari suara itu berasal dari sebelah tenda. "Kudengar, Komandan Jowy, dan adik dari pangeran Luca Blight akan menikah." Kata salah satu tentara. Jleb! sebuah belati imajiner menusuk dada Riou. Jowy menikah? Pikiran Riou blank. Itu bohongkan? Itu hanya rumor sajakan? Sayang, karena tidak fokus, Riou tidak menyadari ada seseorang yang membuatnya pingsan.
_/\_/\_/\__________
"ugh" Manik coklat Riou terbuka perlahan. 'Apa yang terjadi?' Batin Riou. "Kenapa kau ada disini?" Suara itu! Tak mungkin Riou salah dengar! Di tolehkan kepalanya, dan disana, bersandar di tiang penyangga tenda, seorang pemuda berambut Pirang Platina, dengan mata sebiru, dan sedingin es. Jowy Atreides. "J-Jowy..." Lirih Riou. Jowy mendekat kearah Riou, sementara Riou semakin ke belakang, sampai punggungnya membentur kain tenda. "Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Jowy. "Hanya numpang lewat." Riou langsung merasa ingin menjedukkan kepalanya ke kedua tonfa miliknya. Jowy semakin mendekat, membuat Riou hanya bisa menutup matanya erat-erat. Menunggu rasa sakit yang akan datang.
...
....
.....
......
.......
"Siapa yang melukaimu?" Tanya Jowy sambil menyentuh sebuah luka di dahi Riou. "E-eh?" Riou ikut menyentuh luka di dahinya. "Siapa?" Tanya Jowy dengan penekanan. "Itu tidak penting. Daripada itu, kenapa kau justru bergabung dengan Highland, Jowy? Kenapa kau mengkhianati kami?" Mengkhianatiku? tambah Riou dalam hati. Mereka beradu tatap. Coklat bertemu dengan Biru es. "Riou. Kumohon, berhentilah berperang. Bawa Nanami, dan pergi jauh-jauh dari sini!" Pinta Jowy. "Kenapa? Kenapa tidak kau saja yang kembali pada kami, Jowy?!" Tanya Riou. "Aku...aku tidak bisa." Jawab Jowy. Jarak mereka begitu dekat. hidung mereka nyaris bersentuhan. "Kenapa tidak? Apakah karena kau akan segera menikah dengan adik Luca Blight?" Lirih Riou. kini matanya sudah basah karena air mata. Dan pada saat itu, Jowy melakukan hal yang tak pernah Riou duga. Jowy menempelkan bibirnya di bibir Riou.
Setelah beberapa menit, barulah Jowy melepaskan ciumannya. "Aku tidak bisa. Dengan ini, mungkin aku bisa melindungi Nanami, melindungimu. Aku janji, setelah perang ini selesai, kita akan kembali ke Kyaro bersama-sama." Jawab Jowy. "Kumohon, jangan berjanji lagi." Lirih Riou. Membuat Jowy tersenyum simpul. "Ini yang terakhir. Pergilah sekarang. Sebelum ada prajurit yang melihatmu." Ujar Jowy yang segera dituruti oleh Riou. Sebelum Riou keluar, ia sempat menatap Jowy lagi, dan berkata, "Sehabis perang, ku tagih semua janjimu." Lalu gadis itu pergi. Dengan sejuta harapan untuk Jowy. Tapi, kini yang ada di prioritas utamanya adalah menyelesaikan perang ini. Sebelum akhirnya Ia, Jowy, dan Nanami bisa hidup tenang di Kyaro. Seperti saat mereka kecil.
The End~
HOAAAAAAA!!!
HOAAAAAAAAAAA!!!
(readers: Akhirnya Admin gila juga)
Karakternya semuanya OOC!! NGOOOAAAAA-#digampar readers.
O-oke, sampai jumpa di lain waktu!
Jaa ne!!
BTW, ini genderbend ya. Jowy x fem!Hero. Kan siapa tau aja ada reader yang gak suka Yaoi. XD
Disini Heronya bernama Riou ya.
~The Promise We Make~
Hei, apakah kau masih ingat Jowy, janji yang kita buat di tebing, saat dikejar kapten Rowd? Janji dengan tanda silang sebagai tandanya. Kita berjanji. Apabila kita terpisah, kita akan bertemu disana lagi?
Atau, Janji kita pada Nanami saat kita bergabung di militer? Saat Nanami mengancammu apabila aku terluka sedikit pun, ia akan menyiksamu sampai kau menyesal telah hidup? Dan kau hanya tertawa canggung?
Atau, saat kita mulai bergabung dengan City-State, saat aku takut kau, dan Nanami akan pergi meninggalkanku sendiri? Dan, kau meresponnya dengan memelukku, dan menenangkanku?
Atau saat aku menyatakan perasaanku padamu saat kita tengah kabur dari City-state ke Kyaro?
Apakah kau ingat itu Jowy? "RIOU!!" Seru Nanami menyentak Riou dari lamunannya. Ia segera menghindari anak-anak panah yang menuju kearahnya dengan lihai. "Kita harus berpencar!" Seru Flik. Setelah menumbangkan beberapa pasukan Highland, Riou segera berlari ke hutan. Setelah beberapa saat berlari, Gadis bersenjatakan Tonfa itu tak sengaja sampai di sebuah tenda Highlander. 'apa sebaiknya aku masuk saja ya?' Pikir Riou. Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya ia pun memasuki tenda paling mewah. Setelah mengendap-endap, gadis berambut coklat panjang ituitu akhirnya berhasil masuk, dan ternyata, tendanya kosong.
'Ya ampun, ku kira akan ada orang di sini.' Pikir Riou sambil tepok jidat. Tenda itu sepertinya tenda orang penting. Ada sebuah jas putih terbengkalai di dekat meja yang penuh dengan tumpukan kertas. "Hei!" Riou terlonjak, sebelum menyadari suara itu berasal dari sebelah tenda. "Kudengar, Komandan Jowy, dan adik dari pangeran Luca Blight akan menikah." Kata salah satu tentara. Jleb! sebuah belati imajiner menusuk dada Riou. Jowy menikah? Pikiran Riou blank. Itu bohongkan? Itu hanya rumor sajakan? Sayang, karena tidak fokus, Riou tidak menyadari ada seseorang yang membuatnya pingsan.
_/\_/\_/\__________
"ugh" Manik coklat Riou terbuka perlahan. 'Apa yang terjadi?' Batin Riou. "Kenapa kau ada disini?" Suara itu! Tak mungkin Riou salah dengar! Di tolehkan kepalanya, dan disana, bersandar di tiang penyangga tenda, seorang pemuda berambut Pirang Platina, dengan mata sebiru, dan sedingin es. Jowy Atreides. "J-Jowy..." Lirih Riou. Jowy mendekat kearah Riou, sementara Riou semakin ke belakang, sampai punggungnya membentur kain tenda. "Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Jowy. "Hanya numpang lewat." Riou langsung merasa ingin menjedukkan kepalanya ke kedua tonfa miliknya. Jowy semakin mendekat, membuat Riou hanya bisa menutup matanya erat-erat. Menunggu rasa sakit yang akan datang.
...
....
.....
......
.......
"Siapa yang melukaimu?" Tanya Jowy sambil menyentuh sebuah luka di dahi Riou. "E-eh?" Riou ikut menyentuh luka di dahinya. "Siapa?" Tanya Jowy dengan penekanan. "Itu tidak penting. Daripada itu, kenapa kau justru bergabung dengan Highland, Jowy? Kenapa kau mengkhianati kami?" Mengkhianatiku? tambah Riou dalam hati. Mereka beradu tatap. Coklat bertemu dengan Biru es. "Riou. Kumohon, berhentilah berperang. Bawa Nanami, dan pergi jauh-jauh dari sini!" Pinta Jowy. "Kenapa? Kenapa tidak kau saja yang kembali pada kami, Jowy?!" Tanya Riou. "Aku...aku tidak bisa." Jawab Jowy. Jarak mereka begitu dekat. hidung mereka nyaris bersentuhan. "Kenapa tidak? Apakah karena kau akan segera menikah dengan adik Luca Blight?" Lirih Riou. kini matanya sudah basah karena air mata. Dan pada saat itu, Jowy melakukan hal yang tak pernah Riou duga. Jowy menempelkan bibirnya di bibir Riou.
Setelah beberapa menit, barulah Jowy melepaskan ciumannya. "Aku tidak bisa. Dengan ini, mungkin aku bisa melindungi Nanami, melindungimu. Aku janji, setelah perang ini selesai, kita akan kembali ke Kyaro bersama-sama." Jawab Jowy. "Kumohon, jangan berjanji lagi." Lirih Riou. Membuat Jowy tersenyum simpul. "Ini yang terakhir. Pergilah sekarang. Sebelum ada prajurit yang melihatmu." Ujar Jowy yang segera dituruti oleh Riou. Sebelum Riou keluar, ia sempat menatap Jowy lagi, dan berkata, "Sehabis perang, ku tagih semua janjimu." Lalu gadis itu pergi. Dengan sejuta harapan untuk Jowy. Tapi, kini yang ada di prioritas utamanya adalah menyelesaikan perang ini. Sebelum akhirnya Ia, Jowy, dan Nanami bisa hidup tenang di Kyaro. Seperti saat mereka kecil.
The End~
HOAAAAAAA!!!
HOAAAAAAAAAAA!!!
(readers: Akhirnya Admin gila juga)
Karakternya semuanya OOC!! NGOOOAAAAA-#digampar readers.
O-oke, sampai jumpa di lain waktu!
Jaa ne!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar