Entri Populer

Minggu, 31 Januari 2016

Liu Original Story: Winter Night prologue

Eyeless Jack menoleh ke belakang, derap langkah kaki masih terdengar. Ia harus cepat lari. 'Gila, semua ini Gila!!' Jeritnya di kepalanya sendiri. Eyeless Jack berlari tanpa arah, berusaha mengecoh orang yang mengejarnya. Ironis. Padahal ia yang selalu mengejar mangsa. Sekarang ia yang dikejar. Bayangan itu datang semakin dekat, semakin dekat, dan..


"Tidak....tidak....TIDAAAAKKKK!!!"


Suara jeritan pilu menggema diseluruh pelosok Hutan.
*#*#*#*#


Kantor pengacara Woods, 07:50


Seorang pemuda diusia 20-an tengah merapihkan berkas-berkas kasus yang baru ia menangkan. Biasanya ia hanya menangani kasus sepele seperti korupsi, Pengotoran nama baik, dan kekerasan pada anak. Tentu saja ia hanya membela pihak yang benar. Pemuda itu bernama Liu Woods. Seorang pengacara muda yang dijuluki raja pengadilan. Tidak ada satupun kasus yang tidak bisa ia menangi. Semua orang berpendapat, ia menjadi sesukses ini karena ingin menjerumuskan sang kakak, Jeff the Killer, ke dalam jeruji besi.


Sayang mereka salah. Ia menjadi seperti ini bukan karena itu. Yah, memang benar sih ia sempat dendam kepada sang kakak. Namun yang tersisa sekarang hanyalah kerinduan seorang adik pada kakaknya. Liu tahu, apa yang dilakukan Jeff itu benar-benar tidak termaafkan, tapi semua itu ada penyebabnya. Tidak ada asap tanpa ada api


Dan Betapa Senangnya Liu saat orang-orang yang dulu membullynya, dan Jeff memohon untuk menyelamatkan mereka dari penjara. Dan Liu dengan senang hati menjerumuskan mereka ke penjara. Dengan hukuman berlipat ganda.


"Papa, papa." Panggil seorang gadis berumur 4 tahun, dengan rambut coklat panjang, menyentak Liu dari lamunannya. Gadis itu adalah Celia. Gadis korban kekerasan dan pelecehan seksual yang ia adopsi karena orang tua Celia dengan teganya membuang anak mereka saat kasus masih diproses. "Ada apa, Celia?" Tanya Liu lembut. "Di hutan belakang rumah ada sesuatu." Jawab Celia.


"Bukankah aku sudah bilang jangan bermain di hutan?" Tanya Liu. "Tapi ini berbeda! Aku hanya bermain di halaman belakang saat mencium bau darah." Jelas Celia.


Mata Liu terbelalak saat mendengar kata darah. Celia memiliki penciuman, dan pendengaran yang tajam. Ia bisa membedakan mana yang darah manusia, mana yang darah hewan. Karena itu, jika Celia berkata mencium bau darah, bisa dipastikan itu darah manusia.


"Celia, coba tunjukkan dimana asal bau darahnya." Ujar Liu yang langsung diseret oleh Celia ke TKP. Dan saat mereka tiba di lokasi, Liu harus menutup mata Celia.


Di depan mereka, terbaring sesosok pria dengan topeng biru, dan tanpa bola mata. Di dadanya ada luka tusuk, dan di perutnya ada banyak sayatan. Namun dadanya masih bergerak naik-turun, pertanda orang ini masih hidup. Masalahnya adalah, orang ini. Orang yang tengah sekarat ini, adalah seorang Creepypasta. Eyeless Jack.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar